Rencana pembangunan Waduk Jatigede – Sumedang Jawa Barat.

        Sudah berpuluh-puluh tahun lamanya, hampir 30 tahun rencana pembangunan Waduk Jatigede yang berlokasi di kabupaten Sumedang, Jawa Barat belum juga terlaksana.

     Masih ingat diingatan saya sewaktu saya masih di SMP sekitar tahun 1985-an, pada saat itu fase akhir dari pembayaran penggantian lahan yang terkena proyek Bendungan Jatigede. Malah sebagian tanah orang tua saya ada yang terkena proyek tersebut. Tahun demi tahun berlalu tanda-tanda pembangunan proyek tersebut belum terlihat, beberapa bangunan proyek, yakni Kantor Utama dan beberapa perumahan untuk karyawan proyek sudah dibangun, namun karena statusnya masih terkatung-katung, akhirnya bangunan tersebut ambruk seiring berjalannya waktu, semenjak itu pula kondisi tersebut berdampak buruk kepada perkembangan daerah sekitar, diantaranya lahan-lahan yang sudah dibeli dari masyarakat yakni berupa rumah, bukit, kebun dan sawah, banyak yang terlantarkan, bukit-bukit yang tadinya subur penuh dengan pohon-pohon, akhirnya gundul tak terurus, padahal dulunya hutan-hutan disekitar bendungan tersebut menjadi tumpuan masyarakat dalam memperoleh air untuk aktifitas sehari-hari, dikarenakan sudah tidak ada lagi hutan, maka hilang juga mata air yang dahulunya banyak memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar.

     Jalan raya yang sebelumnya sudah diperlebar, banyak yang rusak tak terurus, sehingga akses ke daerah Jatigede dan sekitarnya jadi terhambat, dikala kemarau, jalanan jad berdebu dan lobang disana sini, belum lagi dibeberapa titik lokasi jalan yang memang dari tahun ke tahun selalu longsor dan amblas, begitu juga dikala hujan, genangan air layaknya kubangan kerbau, jembatan pada rusak, longsor dan amblas sudah menjadi hal yang biasa dilihat oleh masyarakat, namun tak ada tanda-tanda perbaikan.

     Lengkap sudah penderitaan yang dialami oleh masyarakat Jatigede, bertahun-tahun lamanya menjadi daerah yang terbelakang dibanding daerah-daerah lain di kabupaten Sumedang – Jawa Barat, belum lagi perkembangan perkonomian jadi terhambat dikarenakan jalur transportasi dari Tolengas – Kadipaten menuju daerah Jatigede dan sekitarnya banyak yang rusak. Selama saya masih tinggal disana, saya terenyuh melihat kondisi tersebut, betapa masyarakat kami yang manut, dengan rela tanahnya dijual untuk pembangunan Proyek Jatigede, namun akhirnya ditelantarkan, rakyat sudah sangat sabar menanti terlaksananya proyek tersebut, karena adanya harapan akan adanya perubahan kehidupan kesejahteraan masyarakat sekitar, jika proyek Bendungan tersebut bisa terlaksana..

Semoga saja..

About these ads

23 Responses

  1. Saya tertarik dengan cerita anda tentang Waduk Jatigede dan dampaknya terhadap sosial ekonomi masyarakat sekitar jatigede, bisakah saya bertemu dengan anda untuk mengetahui lebih dalam lagi. jika boleh saya minta alamat anda. terima kasih.

    Wawan Enang Kurnia.
    Citeula 04/06, Ds. Karanglayung. Kec. Conggeang, Sumedang-JABAR.

  2. Saya sudah kirim via Email. Mohon dicek emailnya.

  3. Saya memberi komentar, Proyek Jati Gede adalah planning dari pusat tujuannya bagus, tapi perlu diingat pada saat pembayaran yang dilakukan pada th 1985 dengan model orba sangat merugikan warga, perlu ada pembicaraan lagi mengenai pembebasan lahan termasuk cara/system pembayaran ganti rugi terhadap warga, warga kebanyakan petani dan buruh tani, bayangkan kalo mereka akan menderita padahal tujuan awal Jati Gede adalah untuk kesejahteraan warga/rakyat. Jangan biarkan warga yang terkena proyek menjadi penonton kesejahteraan warga lain yang menikmati fasilitas bendungan nantinya. Haedi-Betok Sukamenak Darmaraja-Sumedang (

  4. Saya termasuk yang merasakan ketidaktentraman hidup karena terkena rencana waduk Jati Gede, sudah berapa banyak warga yang meninggalkan tempat tinggal baik dengan bertransmigrasi atau swadaya sendiri. Dampak yang dialami warga tidak mendapat perhatian pemerintah bahkan cenderung untuk didorong keluar dari area terdampak. Saya kecil dan besar di Betok-Sukamenak Darmaraja-Sumedang jadi saya tahu persis, sekarang adalah era keterbukaan, marilah kita bicara apabila merasa diberlakukan tidak adil. Dan saya berharap kerabat rekan, tetangga dan masyarakat yang terkena dampak waduk Jati Gede mampu untuk menyuarakan haknya (hhedyth@gmail.com / haedi@atctme-asia.com)

  5. saya menayakan pembebasan tanah yang terlewatkan dulu /waktu pembayaran tidak transparan, jadi banyak tanah dan bangunan yang belum dibayarkan .saya meminta tanggapan selanjutnya???

  6. Saya rasa selama ini pemda sumedang harus segera melakukan tindakan yang lebih responsip. Terkait dengan pembayaran ganti rugi lahan pertanian yang terkena gusuran proyek tersebut. Jangan sampai di tunda-tunda. Yang akhirnya akan menyengsarakan warga disekitar bendungan yang tekena dampaknya.

  7. Jalan rusak / longsor,
    berita ini sudah menjadi rahasia umum, lambat laun mutunya tambah jelek bukannya makin baik.
    mengapa terjadi demikian? menurut hemat saya ada pengurangan mutu konstruksinya, coba saja antara tehnis dan realisasinya pasti ada perbedaan yang mencolok.
    pada umumnya setiap klasifikasi jalan klas 1, 2 3 dan 4 ada prbedaan mutu tapi ternyata hampir sama semua. Cara pencekannnya pun tidak benar, seharusnya , 1) ada alat yang dapat melubangi aspal sampai kedalaman tebal klas jalan tai kenyataannya tidak digunakan. 2) jalur tepi/ pinggir harus kuat agar bisa menahan beban lalu lintas, 3) komponen ketebalan ada ketentuannya dll
    Saya iri dengan negara2 tetangga dan khususnya jepang sampai kedesa2 semua jalanan bagus dan terawat baik serta mutunya sesuai klasnya. bagaimana dengan di Indonesia?
    Usul tampilkan semua jalan yang rusak dengan gambar potongannya kan ada yang aneh? hanya ada lapisan aspal saja dan mungkin hanya 2 cm, mengapa, jawblah sendiri.
    Tolong ms tampilkan gambar2 semua jalan yang rusak di media ini sejak 10-5 tahun ytl. semuanya pasti akan membuktikan.

  8. untuk waduk demikianlah kondisinya, perlu pengawasan yang baik dan jujur. khususnya jalan yang menuju ke waduk itu. kan ada kaitannya dengan pariwisata dll.
    Penelitian lingkungan dan akses perlu dilakukan dengan benar, sebab banyak projek yang berpotensi merugikan rakyat didaerah sekitarnya.

  9. saya tinggal di sumedang DS cipaku orang tua saya petani . menurut kabar rencana proyek JTGD masarakat cipaku,akan di relokasi ke daerah tertentu dengan mendapat sebidang tanah kapling hanya cukup untuk membangun rumah saja sedangkan orang tua saya hidupnya hanya tergantung dari bertani nah umpama nanti kalau jadi di relokasi tidak di beri tanah pengganti untuk bertani. BISA .di bayangkan gemana nasib orang tua saya nanti. semoga dri pihak proyek ada kemurahan hati.

  10. Saya ikut prihatin pak, saya sendiri sering memantau khabar masyarakat yang akan terkena proyek Bendungan Jatigede, mereka sudah berusaha memperjuangkan nasib masyarakat yang tergusur proyek, bahkan sudah pernah demo di depan Istana juga, namun sepertinya pemerintah belum merespon-nya, yang ada sekarang malah memutuskan untuk melanjutkan proyek tersebut.
    Padahal masalah ini sudah ada semenjak rencana proyek ini mulai beberapa puluh tahun yang lalu. Dan saya pikir mungkin harus ada win-win solution, sekarang permasalahan yang utama warga apa? apakah alasan ekonomi? atau politik?. Sepertinya akan susah jika masalah ini sudah meranah ke bidang politik. Jika alasan utama sekarang masalah ekonomi, seperti ketidaksetujuan warga akan ganti rugi yan sedikit, mungkin bisa diusulkan agar masyarakat bisa direlokasi ke sekitar waduk, tidak ke luar daerah, dan juga masyarakat yang terkena proyek bisa diberdayakan ke bidang yang bisa didapat dari keberadaan proyek, sebagai contoh, sektor pariwisata, perikanan dll. dan pemerintah harus bisa memfasilitasinya. Saya berharap pemerintah bisa memberikan yang terbaik untuk warganya.

  11. Saya penduduk asli desa cipaku, kampung cilembu darmaraja, tahun 1981 saya kuliah di bandung (IAIN) waktu itu kampung saya asli belum ada listrik maupun telepon, saya belajar menggunakan lampu teplok (lampu minyak) tahun 1981 ada pembayaran tanah oleh negara untuk dibangun waduk jati gede, penduduk sekitar telah membeli tanah didaerah lain antara lain: subang, maodin, Ujung Jaya, Gantar bahkan ada yang transmigrasi keluar Jawa, sampai saat ini rencana pembangunan waduk jati gede belum ada kegiatan yang berarti, sehingga penduduk desa cipaku, belum meninggalkan daerah tersebut, malahan tanah yang mereka beli ditempat lain sudah dijual kembali dan kembali kedesa cipaku dengan membangun kehidupan ditempat yang lama dengan kondisi yang lebih baik dibanding tahun 1981, kekewatiran saya pada saat tanah tersebut digunakan untuk waduk, masyarakat tidak siap untuk pindah karena sudah tidak punya tanah ditempat yang lain (tanahnya telah dijual kembali).
    Permasalahan ini mohon menjadi masukan pada pemerintahan Sumedang, karena kesalahan tidak hanya pada penduduk tapi juga pada pemerintah yang membuat lama terealisasi pembangunan wadu jati gede.

    Putri Desa Paku Alam,

    Hj.Titi Sholihat, BA

    Semoga saja pemerintah bisa menyelesaikan semua permasalahan, jangan sampai rakyat kembali menanggung kerugian dan menjadi korban untuk yang kesekian kalinya.

  12. ada yang perlu lebih dicermati dari proryek waduk jatigede ini yaitu masalah ganti rugi. banyak sekali warga yang sudah mendapatkan ganti rugi sebelumnya, mendapatkan ganti rugi lagi. hal itu disebabkan karena adanya persekongkolan antara warga dan pihak-pihak yang terkait. oleh karena itu sering terdengar istilah “rumah hantu”.
    hal ini sangatlah merugikan negara dan juga warga lainnya, karena ganti rugi ini berasal dari uang rakyat. jadi mohon lebih diperhatikan!

    Memang betul pihak yang berwenang sangat tidak cermat, hal ini terjadi karena berlarut2xnya urusan ganti rugi, dilakukan secara bertahap sehingga orang2x yang merasa akan kena lahannya untuk proyek Waduk Jatigede, beramai2x membuat ‘Rumah Hantu’, sekali lagi pemerintah dan pihak berwenang seharusnya cepat tanggap dengan fenomena seperti ini, sehingga tidak lagi menimbulkan masalah baru.

  13. “memang benar banyak yang membuat rumah hantu, mungkin mereka hanya ingin membalas parlakuan atas penggantian lahan oleh proyek jatigede tahun 1985/1986, kerna waktu itu masyarakat banyak yang dirugikan, berbagai cara telah mereka tempuh termasuk jalur hukum namun mereka tetap blm mendapatkan keadilan dari pihak proyek(pemerintah)”bukan saya membela mereka namun itu yang saat ini terjadi.Tolong sampaikan pada pemerintah mohon tinjau kembali atas pembayaran gantiu rugi tahun 1985-1986.TKS

  14. Saya termasuk korban jati gede dan saya harapkan proyek ini kalo jadi tolong realisasikan dengan baik dan transparan , saya berharap sih ga jadi soalnya terlalu banyak yang di korbankan . Masyarakat,situs kerajaan dan lain lain yg ada di bekas kekuasaan SUMEDANG LARANG

    Kang wawan putra Jatibungur Darmaraja

  15. 25 tahun yang lalu sebetulnya bukan waktu yang singkat .. untuk melupakan sesuatu yang pernah melekat dalam ingatan saya, namun karena sesuatu itu adalah sebuah penderitaan yang berlarut-larut menjadi sangat sulit untuk dilupakan sebagai masyarakat sekitar aliran sebuah sungai ( Cimanuk ) yang akan dijadikan Waduk yang selanjutnya akan menjadi sumber kehidupan masyarakat banyak, salah satunya adalah proyek pembangkit listrik tenaga air yang katanya sekitar 450MW akan dihasilkan oleh Waduk tersebut, memang sangat dibutuhkan oleh kita semua, dan sangat diharapkan agar segera terlaksana,
    WADUK JATIGEDE nama yang cukup keren sudah dikenal sejak 25 tahun yang lalu konon katanya proyek ini juga diperkirakan akan memenuhi kebutuhan air cukup untuk pertanian di wilayah hilir majalengka hingga indramayu, itu juga sangat diinginkan oleh masyarakat terutama yang ada di bagian hilir cimanuk.
    namun apa yang terjadi waktu terus berlalu proyek pun tak kunjung rampung hingga 25 tahun dalam ingatan saya, justru malah semakin menambah penderitaan Rakyat terutama yang menjadi daerah genangan yang ada jatigede hulu, Cadas ngampar, Darmaraja, Betok hingga wado,cisurat dan masih banyak daerah lain yang tidak saya sebutkan semua.
    Uang pengganti atau Dana ganti rugi yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab disamping tidak sesuai pembayaranya pun berlarut-larut hanya menambah kerugian dan penderitaan Masyarakat sebagai penerima ganti rugi.
    Fasum ( Fasilitas Umum ) pembangunan jalan dan sarana yang lainya yang seharusnya sudah jauh lebih baik saat ini menjadi tidak begitu mendapat perhatian, begitu juga dengan listrik masuk desa menjadi tersendat dengan alasan daerah genangan .. sampai kapan kami tidak mendapat perhatin, sampai kapan desa kami tertinggal, sampai kapan kami semua harus menderita, sampai kapan kampung dan desa kami mati, sementara desa-desa lain sudah jauh meninggalkan ketertinggalan desa kami..sebenarnya kami hanya ingin memohon kepada para pejabat yang terkait…agar melihat dan turun langsung apa yang terjadi pada masyarakat yang terkena genangan sesungguhnya, dan ada apa pula dengan rumah-rumah hantu yang smakin marak, dan masih banyak hal yang lain terjadi di lapangan yang pada saat ini ramai menjadi perbincangan Masyarakat yang menderita.
    Segeralah selesaikan persoalan ini agar semuanya tidak menjadi tanda tanya lagi bagi Masyarakat daerah yang tergenang oleh sebab Proyek WADUK JATIGEDE.
    Proyek ini harus menguntungkan bagi semua pihak..tidak menjadi proyek yang memberi kebahagiaan bagi Masyarakat yang ada di hilir dan meninggalkan penderitaan Masyarakat yang ada di Hulu.

    Wassalam,
    The Goel Suwarman
    Cisurat babakan.

  16. saya iman dari cipaku darmaraja…proyek jatigede memang penuh dengan permasalahan, lihat saja rumah hantu yang sangat merugikan keuangan negara dan menimbulkan rasa ketidakdilan di msyarakat…harus ada komitmen perjuangan dari kita untuk memperjuangkan hak-hak kita..pembayaran tahun 85 jelas tidak sesuai dengan apa yang seharusnya dan kita harus mendaptkan hak itu…sya sudah bisa menebak..ketika proyek ini jadi msayarakat asli bakal tersingkir dan yang menikmati kesejahteraan dari proyek ini adalah orang-orang yang punya duit…

  17. saya juga pusing kapan ya waduk jatigede selesai.buat semua yang lahanya tergenang waduk jatigede yang sabar aja moga prmerintah lebih memperhatikan.

  18. yang sabar aja ya.

  19. saya juga warga desa bojong salam pindahan dari cikareo

  20. Saya Nining, Asli dari desa cipaku, duh kalau inget sama proyek jati gede rasanya hati sediih bgt, sepertinya warga desa cipaku dsk hanya akan menjadi korban saja, toh jika bendungan itu terlaksana penduduk sudah tercerai berai entah ada dimana? jadi yang akan menikmati bukan orang – orang yang tergusur. Sy cuma bisa berdoa semoga ALLAH memberikan sesuatu yang terbaik buat saudara kami yang ada di daerah genangan dsk. Untuk pemerintah kota sumedang, lakukan yang terbaik untuk rakyatmu. Alokasikan warga tergusur ke tempat yang layak agar warga tergusur juga bisa menikmati bendungan ini.
    Perlu dicermati oleh pemerintah sbb :
    1. Bagaimana dengan tanah/bangungan dll yg pembayarannya terlewat pd masa itu ?
    2. Kemana akan dialokansikan penduduk yang tidak sedikit ini?
    3. Apakah betul bendungan ini akan byk manfaatnya daripada mudaratnya?
    Saya berharap pemerintah bisa bersikap adil, agar rakyat tidak terlalu lama menderita.

    Salam
    Nining Cipaku

  21. Kasian penduduk sukakersa dirundung kebingungan d ombang ambing ketidak pastian masalah pembebasan yang seakan2 dalam prosesnya banyak d main dan rekayasa, malahan saya dengar seseorang yng ingin d ukur tanah miliknya untk kelengkapan ajuan dimintai uang oleh oknum2 tak bertnggjwb. Kasian benar wahai orang2 sukakersa

  22. menurut saya waduk itu di batalkan saja karna wargax menderita

  23. Betul sekali, belum lagi soal pembayaran ganti rugi yg terlewat pada tahun 1982, sampai sekarang belum ada kejelasan, katanya harus segera pindah, sedangkan ganti rugi yang akan digunakan untuk membangun tempat tinggal barupun belum dibayar, jadi gimana kami mau pindah. Mungkin itu keluh kesah kami yang tidak tahu harus kemana kami mengadu, sebagai rakyat kecil kami hanya berharap perhatian dari pemerintah. Terimakasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: