Mudik Lebaran 2006

     Dimulai dengan persiapan segala yang terkait dengan mudik, mulai dari dana, kendaraan, kondisi badan dan tentunya informasi tentang mudik semuanya saya siapkan dengan matang, dengan harapan tradisi mudik lebaran tahun ini benar-benar bisa berjalan dengan lancar, hampir setiap hari Sabtu dan Minggu selama bulan puasa saya habiskan waktu untuk bebebenah kendaraan, kebetulan rencananya mau bawa si Hijau Hyundai Bimantara Cakra.

     Mulai dari benerin AC yang memang sudah tidak dingin lagi, kasihan si kecil nggak nyaman kalo nggak pake AC, apalagi perjalanan hampir 400 km bolak balik, selesai benerin AC, karena tergiur akan promosi di salah satu tabloid OTOMOTIF saya coba beli alarm murah, walaupun dengan beberapa kali pemasangan akhirnya selesai juga alarm terpasang, lumayan buat nakutin maling, lagipula alarm lama sudah nggak berfungsi lagi.

     Berikutnya bagian kaki-kaki mobil, maklum udah berumur 5 taun lewat jadi sudah waktunya diganti, dan yang terakhir ganti oli dan service secukupnya, sengaja tidak saya tune up, soalnya mubazir akibat karena mesin sudah terlihat ngebul di knalpot, artinya ada yang tidak beres dibagian mesin entah klepnya atau apanya yang bocor sehingga oli terus ikut terbakar di ruang pembakaran, makanya terkait dengan itu pula saya siapkan 1 liter oli buat jaga-jaga kalau memang dalam perjalanan mudik nanti ternyata oli jadi menyusut karena ikut dalam proses pembakaran. Setelah semua urusan kendaraan selesai baru saya menyiapkan sedikit oleh-oleh untuk saudara di kampung…

     Lebaran tahun ini saya dapat giliran berlebaran di Jakarta, karena tahun lalu saya beserta anak istri berlebaran di kampung, rencana untuk pulang mudik sudah disepakati H+1. Pagi itu sekitar jam 9 pagi tepatnya hari Rabu 24/10/2006 kami mulai berangkat dengan berkeliling terlebih dahulu mencari tempat tambah angin Nitrogen, beberapa stasiun SPBU yang saya yakini ada pengisian ban dengan Nitrogen, ternyata nihil semua, yang ada hanya tambah angina biasa, beberapa bengkel langganan juga pada tutup, mungkin masih suasana libur Lebaran, akhirnya saya putuskan ke Bangkel resmi Hyundai 24 jam di jalan Panjang kebon Jeruk, yang sehari sebelum lebaran, saya sempatkan unuk ganti Oli dan Service ringan, ternyata disana pun nihil, mesinnya sedang rusak, akhirnya saya beranikan cari ke Bengkel resmi mobil merek lain, yakni Toyota, Alhamdullillah ternyata ada, tepat jam 9:30 pagi saya mulai masuk ke pintu tol kebon jeruk arah cawang menuju Cikampek, arus lalu lintas waktu itu cukup ramai tapi tidak sampai macet, selepas Cawang kepadatan kendaraan mulai rapat, mungkin karena dihari Lebaran ke dua banyak yang saling berkunjung, atau sekedar keluar mencari tempat hiburan keluarga.

    Sesampai di pintu tol keluar Sadang saya lanjutkan ke jalur menuju arah Kalijati Subang, karena sebelumnya terdengar informasi lewat radio bahwa jalur ke arah Bandung, tepatnya di pertigaan Ujung Berung – Cileunyi, kepadatan kendaraan meningkat bahkan diberitakan sampai 3 km antrian kendaraan dari arah tol Padaleunyi menuju Sumedang dan Garut, maka dari itu saya pikir ambil jalur alternatif saja lewat Kalijati SubangCikamurangCijelagTolengas. Alhamdullilah perjalanan lewat jalur ini boleh dibilang santai dan nyaman, walaupun jalur dari Subang kearah Cikamurang kondisi jalannya bergelombang, beberapa kali shok breaker mobil kami terdengan bergeletuk cukup keras diakibatkan beberapa kali saya melewati jalan yang bergelombang. Pikir saya kasihan juga nih mobil, dipaksa bekerja keras, akhirnya saya jalan perlahan supaya kerja kaki-kaki mobil lebih ringan, yang penting sampai.

     Memasuki kawasan Tolengas menuju arah tempat tinggal orang tua kami di Jatigede – Sumedang , sempat sedikit bahagia karena tahun ini jalur jalan antara Tolengas – Jatigede sudah sangat mulus berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dimana jalan tersebut banyak lobang dan berkerikil, dan juga tentunya berdebu, paling tidak kerja keras kaki-kaki mobil kami sedikit berkurang, sepanjang hampir 9 km jalan sangat mulus sehingga kami tidak sulit melewatinya, walaupun jalur tersebut belum semuanya diperbaiki terutama jalur Sangiang BeuheungCijeungjing masih dalam proses perbaikan, namun demikian kami cukup berbahagia karena akhirnya Pemerintah mau memperhatikan nasib warga kami yang sudah puluhan tahun jalan tersebut tidak diperbaiki, kami maklum karena memang status Proyek Bendungan Jatigede belum tuntas sampai sekarang, walaupun ada isu sekarang sudah mulai untuk dibangun, yaitu dengan mulai dibangunnya jalan raya dan gedung untuk kantor Proyek, beberapa perumahan karyawan proyek juga sudah mulai dibangun.

     Semoga saja Proyek Bendungan Jatigede yang sudah terlunta-lunta hampir 30 tahun lamanya belum terwujud, sudah waktunya sekarang masyarakat bisa berharap segera dibangunnya Waduk paling besar kedua di Jawa Barat setelah Jatiluhur – Purwakarta. Semoga saja…

     Pada hari Kamis 25/10/2006 kami memutuskan untuk pulang dengan terlebih dahulu mampir ke pertemuan rekan-rekan Komunitas HTML (Honda Tiger Mailing List) wil. Cirebon-Majalengka dan Kuningan, tempatnya di Waduk Dharma Kuningan, kami sekeluarga berangkat jam 13:00 WIB, yang mana acara disana justru akan dimulai jam 13:00 siang, namun demikian kami tetap berangkat dengan harapan rekan-rekan disana masih ada, sehingga niat kami untuk bersialturahmi bisa terwujud. Dengan melewati jalur Kadipaten-Talaga-Cikijing-Waduk Darma yang berkelok-kelok dan tanjakan yang sangat terjal kami lalui, hampir 2 jam kami tiba di lokasi, pada saat memasuki gerbang lokasi, terliat rekan-rekan HTML sudah mau siap-siap berangkat pulang, langsung saya turun dan sambangi satu persatu, dan kebetulan ada teman lama saya di HTML Rony dan Rio, kebetulan Rio bawa keluarga juga akhirnya saya putuskan untuk tetap dilokasi, sementara rekan-rekan HTML berangkat ke tempat maka siang, dengan sangat menyesal kami tidak bisa ikut ke acara mereka, padahal berulang kali Bro Nana mengajak untuk datang ke lokasi makan siang.

     Setelah istirahat, ngobrol-ngobrol dan photo-photo dengan Rio dan Rony akhirnya kami putuskan untuk pulang, waktu itu sekitar jam 4 sore kami bubar, Bro Rio dan Bro Ronny pulang kembali ke Cirebon dan saya beserta anak istri kembali ke Sumedang, karena ada rencana untuk mampir di rumah kerabat di Ranca Kalong Sumedang, sempat esok harinya saya berlibur ke tempat wisata kolam renang Citengah, lumayan untuk mengisi liburan dan mengajak anak untuk berenang, lagi pula semenjak lepas SMA di Sumedang saya belum pernah ke daerah itu lagi.

     Baru kesokan harinya lagi hari Sabtu 27/10/2006 kami sekeluarga memutuskan untuk pulang dengan terlebih dahulu berencana membetulkan mobil dan mengisi ban dengan Nitrogen di Bandung, keliling-keliling di Bandung tak ada satupun bengkel yang menyediakan pengisian ban dengan Nitrogen, adapun satu tempat di SetraSari tepatnya di Shop and Drive, katanya Nitrogennya habis, akhirnya saya terpaksa isi dengan angina biasa, jadi pengalaman kalo mau ke daerah, nggak usah isi bensin pake Pertamax atau isi ban dengan nitrogen, soalnya kalo mau isi kembali susah cari tempatnya, ada kejadian lucu sewaktu saya keliling-keliling di daerah Cihampelas menuju Cicendo Wastukencana saya lihat ada bengkel buka, akhirnya saya datangin dan ternyata apa yang saya inginkan tidak tersedia, rencananya mau mengisi angin ban dengan Nitrogen, ternyata nggak ada, pegawai bengkel menyarankan untuk mencari di Cicendo, akhirnya saya putar balik kearah Cicendo, namun ternyata arah jalan Cicendo dan Wastukencana sudah berubah, dulu waktu jaman kuliah di Bandung, jalan tersebut dua arah, namun ternyata sekarang berubah jadi satu arah, pantesan waktu belok ke arah Cicendo orang-orang pada teriak salah jalan, akhirnya saya balik arah lewat Wastukencana, terus ke Cicendo, Bandung sudah banyak yang berubah…

      Sebelum kami masuk ke pintu tol Pasteur menuju Jakarta , kami sempatkan makan siang di RM Ayam Goreng Cianjur di jalan Pasteur, saat itu pula badan terasa pegal, ditambah rasa pusing merasuki kepala, berat rasanya ini kepala, baru ingat mungkin karena pengaruh makan sate mulai sejak datang di rumah orang tua kami, di rumah kerabat kami, menu makan tak lepas dari sate dan gule, akhirnya dengan kepala pusing disertai badan pegal, kami sekeluarga memaksakan untuk berangkat pulang ke Jakarta, dengan ditempeli koyo 5 biji, dikepala dan pundak akhirnya sampai juga kami ke rumah di Jakarta. Kami bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan keselamatan kepada kami sekeluarga dalam perjalanan mudik Lebaran tahun ini, walau dengan kondisi saya yang sakit , Engkau telah memberi kelancaran pada saat mudik dan balik ke Jakarta, tanpa restu-Mu, niscaya kami bisa sampai kembali ke Jakarta. Dengan perlindungan-Mu lah kami bisa selamat diperjalanan. Semoga Engkau tetap memberi keselamatan dan kelancaran bagi sodara-sodara kami yang melaksanakan mudik Lebaran tahun ini. Amiin..

    Cerita ini sengaja saya posting sekarang, karena dulu belum sempat bikin Blognya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: