Beli Rumah (Survey)

     Memiliki rumah sendiri adalah impian yang selalu didamba-dambakan, namun terkadang keinginan tersebut sering mendapat kendala entah masalah biaya, lokasi yang dipilih, jalur transportasi yang tersedia, bahkan minimnya informasi tentang perumahan-perumahan itu sendiri kadang jadi kendala, dan mungkin ada hal-hal lain yang bisa menjadi kendala, namun pada umumnya ketiga faktor pertama tadi menjadi faktor yang umum kita hadapi.

     Dana merupakan faktor awal yang menjadi pertimbangan, mau beli secara Cash atau KPR kalau ada dana cukup bisa langsung Cash, kalo belum mencukupi bisa ambil KPR (kredit kepemilikan Rumah), umumnya walaupun dana mencukupi banyak yang mengambil KPR, dengan pertimbangan sisa dana untuk keperluan yang lain, kemudian apakah kita mau beli rumah baru atau rumah second, buat yang memiliki dana pas-pasan, dengan kata lain buat DP-pun (down payment) belum cukup maka rumah second bisa jadi pilihan mengingat jika rumah baru biasanya developer sudah mematok DP sekian persen dari harga jual walaupun banyak developer yang mengemas patokan DP-nya bisa dicicil beberapa kali, atau terkadang ada diskon, jika pilihannya mau membeli rumah second terkadang ada saja orang jual butuh sehingga harga bisa jadi dibawah harga pasar, walaupun hal ini sangat jarang sekali, tapi paling tidak ada beberapa keuntungan jika kita memilih rumah second, seperti lingkungan dan tetangga sudah terbentuk, faktor nilai investasi dari rumah tersebut bisa kita ukur, dan yang paling terpenting kita bisa menilai faktor kualitas bangunannya mengingat rumah second sudah dibangun sekian lama, sehingga bagus enggaknya bangunan tersebut bisa kita ukur, selanjutnya apakah mau beli rumah untuk sekedar investasi atau akan kita tempati, kalo kita mau membeli rumah untuk sekedar investasi, walaupun rumah yang kita pilih letaknya jauh dari pusat kota alias pinggiranpun masih bisa dibilang bagus, mengingat harga rumah akan selalu naik, terlebih jika perumahan tersebut memiliki nilai investasi yang bagus, nah kalau anda mau menempati rumah tersebut sesegera mungkin pertimbangkanlah faktor transportasi untuk menunjang aktivitas anda sehari-hari.

     Akses jalur kereta api banyak menjadi faktor penentu dan menjadi pertimbangan dikarenakan biaya yang dikeluarkan lebih murah dibanding kalau kita memakai jalur tol, karena harus mengeluarkan biaya untuk bayar tol, bensin dan mungkin juga biaya parkir.

     Faktor-faktor seperti saya utarakan diatas menjadi acuan saya dalam memilih / membeli sebuah rumah, dikarenakan dana yang pas-pasan kemungkinan saya akan membeli rumah second dan menggunakan fasilitas KPR, sudah banyak lokasi yang saya lihat mulai dari daerah BSD, Serpong, Pamulang, Depok, Cibubur.

     Daerah BSD dan Serpong paling banyak rumah-rumah second yang mau dijual, bervariasi mulai dari harga dan kondisi rumahnya. Misalnya di BSD, Nusa Loka dan Kencana Loka kisaran harga antara 140 juta sampai 200 juta untuk tipe LB 45 dan LT 90, dan saya lihat kondisi bangunan dikedua tempat ini cukup bagus, ditambah rata-rata model kusennya dipakai bahan almunium misalnya di Kencana Loka, Di Nusa Loka bangunan cukup bagus dan lokasinya juga cukup dekat kalau kita mau pilh Jalur Tol atau jalur Kereta Api, apalagi denger-denger akan dibangun stasiun kereta api di dekat Nusa Loka.

     Bergerak ke arah barat saya coba lihat-lihat didaerah Melati Mas terutama di Regensi Melati Mas, banyak rumah-rumah tipe minimalis yang mau dijual namun daerah ini menurut saya agak jauh dari akses kereta api maupun tol, untuk lokasi ini bisa diambil pilihan tol BSD Pondok indah atau tol Tangerang – Jakarta, selain itu ada pilihan naik Bus BSD – Jakarta, Cuma menurut saya ongkosnya agak mahal, namun demikian lokasi ini sangat dekat dengan pusat-pusat perbelanjaan, ada Giant, Hero, ITC dan WTC, dan juga sekolah-sekolah mulai dari tingkat Pre-school, sampai SMA sudah banyak baik swasta maupun Negeri, perkiraan saya untuk biaya sekolah dilokasi ini mungkin agak mahal dibanding daerah-daerah lain. Masih diseputaran Melati Mas, saya sempatkan juga lihat ke perumahan Serpong Park, kondisi perumahan tidak jauh berbeda dengan Melati Mas, rapi jalan bagus walau musti melewati jalan kampung, namun ada beberapa rumor katanya daerah Serpong Park masih ada permasalahan tentang kepemilikan tanah, walau tidak semuanya bermasalah. Saya lihat beberapa rumah yang mau dijual kondisinya cukup bagus, lingkungan yang teratur dan cukup aman karena tiap cluster dijaga oleh petugas keamanan. Soal harga agak sedikit mahal dibanding di daerah Regensi Melati Mas untuk tipe yang sama, mungkin faktor bangunan atau tata lingkungan yang lebih teratur dan dekat pusat perbelanjaan, entahlah itu mungkin hanya pengamatan saya saja. Selanjutnya pengamatan saya bergerak kearah Serpong, daerah yang saya kunjungi yakni Perumahan Bukit Dago, lokasinya cukup jauh dari tol maupun jalur kereta api, Akses bisa digunakan lewat jalur BSD – Serpong, bisa melewati Kampus ITI, atau jalur alternative kearah Pasar Jengkol, jalurnya lebih pendek namun kondisi jalan yang lumayan rusak, saya coba lalui jalur ini dan saya coba hitung dari BSD ke Bukit Dago ditempuh dalam waktu sekitar 20 menit. Setelah memasuki perumahan Bukit Dago, tidak terbayang sebelumnya kalau sebelumnya saya melihat suasana kampung ternyata ada perumahan yang cukup nyaman, infrastruktur lumayan bagus, jalan utama yang cukup lebar, penataan tiap-tiap bangunan lumaya rapih an cenderung seragam dilihat dari bentuk pagarnya, dan didekat kantor pemasaran ada Sport Center, ada kolam renangnya juga, namun di Bukit Dago ini termasuk daerah yang dilalui jalur Tiang Listrik Tegangan Tinggi (SUTET) yang membelah lokasi perumahan, namun hal ini tidak menjadi masalah besar dikarenakan jarak Sutet dengan perumahan cukup jauh. Di Bukit Dago ini soal harga dibandingkan dengan tipe rumah cukup murah dibanding tipe yang sama didaerah BSD atau Pamulang, namun bangunan masih menggunakan batako.

     Jalur transportasi masih bisa mengandalkan Tol BSD-Pondok Indah maupun jalur kereta api (stasiun KA Rawa Buntu), atau bisa juga mengambil jalur Parung Lebak Bulus yakni kearah timur ke arah perempatan Pasar Parung. Setelah selesai survey di Bukit Dago, sekalian mencoba jalur Pasar Jengkol (Victor)- Serpong – BSD, ada satu perumahan disekitar itu, yakni Perumahan Puri Serpong, lokasi cukup dekat dari jalan Pamulang – Serpong, kualitas bangunan nggak jauh beda dengan di Perumahan Bukit Dago, namun tata lingkungan dan infrastruktur masih lebih nyaman di Bukit Dago. Akses ke Tol an stasiun Rawa Buntu dapat ditempuh dalam waktu hampir sama yakni sekitar 15 menit, dengan kondisi jalan bagus namun harus sedikit memutar, seandainya jalan alternative tadi kondisinya bagus, mungkin bisa ditempuh selama 5 menit, sebagaimana terpampang dalam papan reklame Perumahan Bukit Dago. Di akhir minggu berikutnya, saya mencoba survey di daerah Cibubur, lokasi yang saya ingin lihat yakni didaerah Kranggan, berdasarkan brosur perumahan yang saya dapatkan waktu saya mengunjungi pameran rumah di Gedung Kartini – Gatot Subroto. Diawali dengan kemacetan sewaktu keluar dari pintu Tol Cibubur, selepas itu arus lalulintas kembali normal, memasuki perumahan Kranggan Permai yang baru dibangun, saya mengamati dari segi lokasi, ada satu sungai yang letaknya tepat disamping perumahan tersebut, dan entah sungai ini bisa menyebabkan banjir atu tidak, mengingat letak perumahan ini bisa dibilang agak rendah dari lokasi-lokasi perumahan disekitarnya. Kalu soal harga daerah ini boleh dibilang sedikit mahal, mungkin karena lokasi yang cukup dekat dari Tol, dan juga dekat dari pusat keramaian, karena disitu sudah banyak pusat-pusat perbelanjaan, dan juga daerah ini dikelilingi oleh perumahan-perumahan besar seperti Perumahan Raflesia.

     Niat saya tadinya mau mencoba satu perumahan yang cukup bagus dilihat dari harga yakni Perumahan Citra Indah, namun dikarenakan lokasi yang cukup jauh di daerah Jonggol, maka saya mengurungkan niat tersebut. Sebelum berbalik arah untuk kembali pulang, saya coba mampir ke perumahan Cibubur Permai (lupa namanya), lokasinya setelah Fly over Cileungsi sebelah kanan dari arah cibubur menuju arah Jonggol, samping Perum Cileungsi Indah, sepertinya perumahan ini cukup bagus dari segi infrastruktur, namun dikarenakan belum semuanya dibangun dan hanya hamparan lahan saja, maka saya belum bisa menilai seberapa bagus perumahan ini, dan dari harga memang sudah agak mahal. Minggu selanjutnya saya mencoba survey ke arah Depok Timur, yang kata teman saya kebetulan dia punya rekan yang sedang membangun Town House, dan memang ternyata banyak sekali didaerah ini beberapa perumahan model town house, namun sepertinya akses yang ditempuh cukup jauh, ditambah kondisi jalan banyak lobang, dan kalau hujan bisa jadi tergenang, bahkan ada kondisi jalan yang belum beraspal, hanya menggunakan batu kerikil biasa, belum juga saya sampai ke lokasi, saya urungkan dan putar balik, dalam hati wah kalau saya punya rumah disini dan harus kerja di Jakarta, bisa tua dijalan..

        Terakhir saya survey, tepatnya minggu berikutnya saya coba ke daerah Pamulang, yakni ke perumahan Villa Dago, kebetulan ada teman saya yang baru beli didaerah ini, katanya harga di perumahan ini cukup murah, ternyata benar juga dilihat dari harga dan luas tanah yang ada, boleh dibilang cukup murah, namun buat saya daerah ini agak susah kalau kita mau ambil jalur transportasi Kereta Api, paling dekat ke stasiun Rawa Buntu – BSD, atau bisa juga ke Sudimara, namun kayaknya lebih dekat ke Rawa Buntu, saya belum mencoba jalur dari Villa Dago ke arah stasiun Sudimara. Setelah dari Villa Dago saya coba ke Perumahan Griya Jakarta, letaknya tidak jauh dari Villa Dago, dan lokasinya persis di belakang Hero Pamulang, sepertinya perumahan ini yang paling dekat dengan pusat keramaian, dan dari harganya juga agak lebih mahal dibanding Villa Dago. Sayangnya daerah ini juga agak jauh ke stasiun kereta api terdekat. Jalur yang umum dipakai yakni jalur Pamulang – Pondok Cabe jika kita mau ke arah Jakarta, dan kemacetan sudah menjadi santapan sehari-hari bagi orang-orang sekitar itu…

     Seperti biasa tiap akhir minggu saya survey rumah ke berbagai tempat, namun minggu ini saya istirahat dulu.. dan mungkin minggu depannya saya akan coba survey lagi…

Survey terussss… kapan belinya…


baca berita di lintas berita

15 Responses

  1. Yup !

    Beli rumah memang seperti mencari jodoh..
    Harus yg bener2 “click” aja,
    karena bukan hanya 1 or 2 bulan tinggal disitu kan…
    Saya juga lagi mulai cari2, maunya sih yg daerah Cirendeu…
    Susah juga cari yg sesuai budget…
    Ok deh, wish me luck yah !
    & I wish u luck too…

  2. Memang seperti itu mas merintul, yang penting terus usaha, kalo dah ketemu jodohnya nggak bakalan kemana2x lagi..

    Good luck mas, semoga dapat rumah yang sesuai, nyaman dan yang terpenting cocok sama budget..

  3. kayaknya kita senasib nih.. survey terussss.. kapan belinya yaaaa…

  4. Sing sabar aja mas bayoe, terus berusaha, kalo perlu tiap akhir minggu paksakan survey, apalagi sekarang ini moment yang tepat, musim hujan, jadi sekalian tau daerah2x yang rawan banjir..

  5. mas ayoo survey saya tinggal baca jadinyah😀

  6. om ganteng selamat datang om…

    Ayo yang lain kasih masukan buat om ganteng nih…

  7. nama perumahan yang anda lupa itu bukan cibubur permai tapi permata cibubur, kemarin saya juga survey kesana dan saya sudah beli buat tinggal, alhamdulillah.
    kayanya perumahannya oke kok..

  8. Terima kasih atas koreksinya mas Bob, syukur deh dah dapet rumah pilihan…

  9. Mas, saya sudah beli di bukit dago, Blog D15 No. 24. Belum saya tempati sih, tapi semenjak 4 bulan lalu sudah ada TV Kabel sama Internet Fastnet lho di perumahan tersebut, jadi kita bisa langganan internet 24 jam unlimited hanya dengan 99 ribu/bulan. Sekarang saya sudah pasang di Melati Mas Residense (rumah sekarang), asyik lho !

    Saya ngambil type 45 tanah 180 meter (hoek), waktu itu harganya 164 jt. sebenarnya tipe asli 45 tanah 112 meter sih baru 111 jt. waktu itu (Juli 2007). Eh nggak sampai 10 bulan kemudian atau tepatnya Mei 2008 lalu, saya main ke pemasaran yang Type 45 tanah 112 meter aja harganya jadi 183 jt. Kebayang naiknya berapa kan? Untung saya udah ngambil duluan …..

    Memang saat ini rumah tersebut belum saya tempati, ada saudara yang tinggal di sana, tapi perumahan itu prospek mas. Karena akan dilalui Jalur Arteri Bogor – Tangerang melewati Parung. Jadi antara BSD – Parung nanti nyambung dengan jalur arteri. Sudah mulai pembebasan tanah kok …. Lagian BSD sekarang mulai muntah, pengembangan kota pasti nanti menuju ke arah Bukit Dago, lahan lainnya udah habis ….

  10. Saya dengar info terakhir katanya jalur tol Parung ke Bogor masih belum bisa direalisasikan dan entah kapan, katanya pembebasan tanah yang mungkin akan menimbulkan banyak konflik, jadi rencana tersebut belum tau kapan realisasinya…

    O…ya ada info terbaru mengenai jual rumah nih, minggu kemarin saya ke perumahan BNI, mau nengok rumah karena belum ditempati juga, dan sekarang keadaannya kosong, didepan rumah saya ada lahan/tanah kapling luas sekitar 280 m2 katanya mau dijual, soal harga belum sempat nanya2x, dan juga yang ngelola tanah itu juga rumahnya sekarang mau dijual lokasinya nggak jauh dari rumah saya harganya sekitar 150 juta, luas tanah 200m2.

  11. Kompleks BNI persisnya disebelah mana yah? harganya kok lumayan murah. Saya juga sudah beli di Bukit tapi belum ditempati juga.

    Thanks infonya ya!

  12. Rumah Pak Giono on Wikimapia

  13. @pajecko
    LOL, ada data resmi gak yang bilang pembangunan kota (and or BSD) bakal ke arah sana? Apa cuma harapan pribadi?

    Sebutin juga dong akses ke komplek pajecko macet berat kalo udah pagi dan sore, jalan ajrut²an dlsb, jangan cuma manisnya doang.

    Sebel aja, gara2 statement kaya begini ampir saya ngambil daerah situ. Wakakakak :peace
    Untung masih konfirm ke pemda ama pemasaran bsd.

  14. sama nih setiap hari minggu saya juga survey ke beberapa perumahan daerah pamulang,cinere dan sawangan. Diantara sekian banyak perumahan yang saya survey cuma BUKIT DAGO yang nyangkut di hati tapi masih ragu juga sih sama kualitas bangunan dan listriknya, kalau ada informasi lagi tentang perumahan BUKIT DAGO tolong informasikan ke saya yach,thank

  15. BUkit dago bangunannya boleh dibilang pengerjaannya asal, tidak ada tulangan besi, sangat rentan roboh kalo ada gempa…Begitiu juga soal pengurusan listriknya sangat payah, lama,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: