(Waduk Jatigede) Tanah di keruk, ganti rugi terpuruk.

          Proyek waduk Jatigede sudah memasuki tahap awal pembangunan, sudah terlihat geliat pembangunan mulai dari perumahan karyawan, kantor utama, gudang, sport center dll. bahkan jalur transportasi makin diperluas.

          Namun dibalik geliat pembangunan waduk Jatigede tersebut, masih menyisakan masalah, yakni masalah pembayaran ganti rugi untuk lahan baru yang terkena perluasan jalan raya untuk kegiatan proyek.

         Hampir 40 warga masyarakat di desa Kadujaya dan Desa Cijeungjing kec. Jatigede yang lahannya terkena dampak proyek, kebanyakan berupa kebun dan hutan sampai saat ini belum menerima ganti rugi, padahal proses mulai dari pemetaan dan pendaftaran ganti rugi sudah beres, malahan kwitasi pembayaran sudah diterima warga, namun uang ganti rugi sampai saat ini belum masuk ke rekening warga.  Menurut pihak Proyek Waduk Jatigede yang sekarang ini “disponsori” oleh Negara RRC, bahwa mereka sudah mengelontorkan dana ganti rugi ke pihak Pemda Kab. Sumedang, namun pihak Pemda Sumedang sepertinya belum juga melimpahkan dana tersebut ke warga yang berhak menerimanya, sudah hampir sebulan dari janji awal akan ditransfer ke warga, namun sudah beberapa kali janji dan sekarang ini sudah kesekian kali janji, namun kenyataannya belum juga dilakukan.

        Warga sudah mulai kesal dengan diulur-ulurnya waktu dan proses pembayaran, ketidakpastian waktu pembayaran menjadikan warga semakin gelisah, padahal tanah merejka sudah “digaruk” oleh buldozer. Malahan sebagian warga berusaha menghentikan kegiatan pengerukan tanah tersebut karena warga merasa belum menerima ganti rugi. Sampai akhirnya pihak proyek Waduk Jatigede menghentikan sementara aktivitasnya sampai masalah ganti rugi selesai.

       Yang menjadi urusan sekarang ada ditangan Pemda Kab. Sumedang, dengan berbagai alasan mereka mengulur-ulur waktu pembayarannya. Entah alasan apa lagi…. padahal semua urusan administrasi sudah beres, tinggal bayar.  

       Dengan kejadian ini kegiatan proyek Waduk Jatigede menjadi terhambat, tidak ada aktivitas pengerukan tanah dan pelebaran jalan raya. Semoga pihak Pemda Kab. Sumedang tidak main-main dengan urusan pembayaran ganti rugi kali ini.


baca berita di lintas berita

10 Responses

  1. bagaimana pemda?
    segeralah bayarkan uang itu kepada yang berhak

  2. mungkin uangnya masih berputar di bank.

  3. Alhamdulillah sudah dibayarkan semuanya..as per 15 August 2008.

  4. BAGAIMANA PEMDA KURANG AJAR BANGET KALIAN. SEGERALAH BAYAR GANTI RUGI TANAH KAMI MASA SAMPAI SEKARANG BELUM SELESAI.

  5. Sekarang sudah jadi bro waduknya?

  6. Lalu sekarang gimana bro? Sudah jadi waduknya dan proses ganti rugi?

  7. Permasalah ganti rugi yang ada di Waduk Jatigede, ada 2, yakni ganti rugi pada saat pertama kali adanya proses ganti rugi sekitar tahun 1985-an, dimana semua lahan yang terkena proyek akan dibayarkan, namun ada sebagian warga yang belum setuju dengan biaya ganti ruginya, sebagian lagi bahkan mungkin nggak setuju dengan adanya proyek jatigede, karena satu dan lain hal, misalnya areal proyek akan menenggelamkan situs peninggalan leluhur dll. Sampai sekarang masih bermasalah.
    Dan yang terakhir ini, semenjak dimulainya proyek Jatigede tahun 2006, ada beberapa lahan warga disekitar areal dam bendungan (bukan areal yang akan akan tergenang), yang akan digunakan oleh proyek Jatigede, salah satu diantaranya untuk perluasan jalan raya, nah yang terakhir ini Alhamdullilah sudah selesai semuanya..

    Untuk saat ini pembangunan infrastruktur waduk masih terus dilakukan.. mungkin masih tahunan lagi bisa selesai, dan semoga cepat selesai..

  8. Aduh-aduh kmh jatigede teh teu beres2 geuing …… jiga nu hayang di demo dai !!!

  9. WADUK”bau”JATIGEDE menyengsarakan rakyat…..

  10. Mari kita kibarkan bendera setengah tiang untuk mengenang tragedi “genosida psikis lahir batin”. 46 tahun sudah kami anak – anak Korban Jatigede tidak memilikj kepastian hidup! Bertahun – tahun hidup di bawah lampu minyak yang mengeluarkan asap hitam menusuk hidung. Tentu ini terjadi dimasa kemerdekaan (katanya!). Hari – hari dilalui dengan penuh keputus asaan. Jangan tanya air mata semuanya telah lama habis menyatu dengan desir air Sungai Cimanuk. Sawah dan ladang kami tak ubanya seperti batang – batang rokok keretek yang harganya sama. (Bayangkan Rp. 500,- / Bata atau Rp. 500,- / 14 meter persegi. pembayaran ganti rugi 1984 /1986) Sebuah REZIM diktaktor Orde Baru telah membumi hanguskan Semangat Perjuangan dan kini orang tua kami telah terbujur kaku ditanah kelahirannya sendiri sebagai mayat yang tak lagi memiliki air mata! Dan tentu siapa yang berani berteriak OTOMATIS dicapa sebagai PKI! lalu siapa sesungguhnya PKI? dan sampai saat ini kepastian tentang Penyelesaian Dampak Sosiual Jatigede masih tidak menentu. Entah sampai kapan….. dan tentunya demi kepentingan Bangsa Asing dan Investor tentu Rakyat Jatigede HARUS DIKORBANKAN! Kalaulah PEMERINTAH MASIH PUNYA HATI NURANI,TOLONG SELESAIKAN DAMPAK SOSIAL JATIGEDE SEEECEEEPAAAATNYAAAAA…!!!!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: