Bangsa Narsis

Saya kadang bingung campur heran melihat perilaku bangsa ini yang semakin hari semakin jauh dari pikiran dan anggapan saya selama ini. Semenjak kecil sampai sekarang ini saya merasa bahwa bangsa ini adalah bangsa yang religi, bangsa yang beradab, bangsa yang berpikiran realis, bangsa yang ramah, bangsa yang bisa sejajar dengan bangsa lain namun apa yang terjadi, semakin hari perilaku yang selama ini tidak terpikirkan oleh saya, semakin terkuak bahwa ternyata bangsa ini semakin menjadi bangsa yang tidak realis, menjadi bangsa mistis dan bangsa yang narsis…baru saja saya melihat tayangan sebuah TV dimana para caleg yang meminta bantuan dukun politik, bersemedi di goa-goa keramat, melakukan meditasi, mandi kembang dll.
Aneh, itulah yang saya rasakan saat itu, betapa tidak, koq bisa ya urusan memperjuangkan rakyat sampai pakai dukun segala, apa nggak ada cara lain untuk keberhasilan mulia memperjuangkan nasib rakyat. Apa partai politiknya nggak mengajarkan gimana sih seharusnya para caleg itu berkiprah dimasayarakat, bukannya tiba-tiba muncul jadi caleg atau politisi karbitan (politis asal jadi) atau politisi beranak (politisi karena turun temurun dari orang tuanya). Apa benar kalaupun mereka berhasil karena kedigjayaan sang dukun, tapi walau bagaimanapun kalau musti minta bantuan dukun untuk urusan politik kayak gini sih kayaknya kebangetan. Kalau memang merasa mampu dan punya andil didalam masyarakat ngapain musti pakai dukun segala, cuma bikin dukun kaya raya doang.. belum lagi ada khabar para caleg memandikan kaki sang petinggi partainya, abis itu air cuciannya diminum.. uuwweekk.. geli ngelihatnya, aya-aya wae, orang lain udah nyampe bulan, ini masih aja ngurusin yang beginian, dan yang bikin pilu hati perilaku-perilaku gini masih aja ada yang membela, alesan hak pribadi lah, kemajemukan lah. Pantas saja bangsa ini nggak pernah maju. Lha orangnya sendiri kayak gitu… wajar aja kalau bangsa ini diledek Indon sama Malaysia, karena udah ketauan sih tingkah polahnya kayak begitu.
Belum juga selesai cerita sang dukun cilik Ponari, udah muncul lagi dukun cilik lainnya, kali ini dukun cilik perempuannya, dan orang-orang masih juga percaya, walau udah ada yang mati sekalipun disaat antri, nggak mengurangi minatnya buat dapetin air saktinya, air kencing Ponari pun bisa jadi diminum juga tuh..lihat saja kasus antri bagi2x sembako beberapa bulan yang lalu, banyak yang mati, apa orang2x nyadar, apa orang2x langsung membenahi tata cara pembagian sembalo dengan baik?, anehnya nggak ada yang nyadar tuh, ya begitulah pola pikir orang Indon, (Indonesia maksud saya), numpang tanya kalau urusan gini Komnas HAM Anak adem-adem aja tuh, beda banget perlakuan dan publikasinya kalau sama kasus Syeh Puji tempo hari itu, ada apa ini?
Suka atau tidak suka bangsa ini punya gen bangsa yang narsis, disamping gen korupsi, contoh kecil kalau ada acara liputan TV, orang Indon seneng banget mukanya bisa masuk TV, bergerombol dibelakang sang reporter sampai-sampai sang reporter kerepotan, sekarang lagi musimnya pemilu kayak gini, banyak orang2x narsis pajang photonya di pinggir-pinggir jalan, di emper-emper toko, di kendaraan umum dll, supaya bisa dikenali oleh masyarakat, lha jadi caleg koq modal narsis?. Dan masih banyak lagi orang-orang narsis yang tiap pagi siang ampe malam hari selalu menghiasi dunia infotainment negeri ini.
Banyak media untuk bernarsis ria, lewat TV, koran, handphone maupun internet…
Ya kalau saya sih cukup narsis lewat blog aja he..he he..

baca berita di lintas berita

One Response

  1. Teknologi internet memberikan kesempatan dan sarana bagi mereka pemilik gen narsis untuk berbuah🙂

    Jadi tergantung buahnya ya mas, manis, pahit, asem, sepet atau sembriwing..🙂
    Mudah-mudahan buahnya manis, nggak kayak buah2x yang dipajang pinggir jalan atau perempatan🙂.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: